Friday, October 7, 2016


Hasil gambar untuk malam hutan
http://almanshuroh.net/wp-content/uploads/2014/03/foto-pemandangan-hutan-gelap.jpg


Hosh..Hosh….
Maria terngah-engah berlari masuk jauh ke dalam hutan yang gelap diiringi suara burung hantu. Di belakangnya seorang pria berusaha mengejar Maria. Dengan sekuat tenaga Maria berlari, namun tenaga yang ia punya semakin medekat batasnya, dia berpikir cepat bagaimana cara untuknya kabur. Maria melihat sekelilingnya, dia kaget di sekitarnya hanya terlihat pepohonan dan semak-semak, tidak sadar ternyata dirinya sudah berada jauh di dalam hutan, lalu dia menengok ke belakang, pria yang mengejarnya sudah tidak terlihat. Dia memutuskan bersandar sesaat untuk beristirahat di sebuah pohon besar.
            Dalam pekatnya malam, Maria memulai berjalan kembali. Kebingungan dengan arah yang akan dia ambil, Maria memutuskan mengambil arah pada sebuah jalan yang terlihat seperti jalan setapak. Dia ikuti terus jalan itu, entah sudah berapa jam dia berjalan, tenaganya semakin lama melemah, tidak ada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, dehidrasi merasuk ke dalam tubuhnya, langkah kakinya semakin melambat, pikiran Maria hanya tertuju pada ujung jalan yang dia lalui saat ini. Tapi tubuhnya tidak bisa berbohong, kedua matanya tiba-tiba berkunang-kunang dan akhirnya Maria terjatuh pingsan.
            Sinar mentari yang hangat menyentuh kulit Maria yang putih. Kedua matanya pun terpaksa membuka sebagai respon balik dari cahaya yang sedikit memaksa masuk dari sela-sela jendela tertutup kelambu. Dalam hitungan detik Maria tersentak melihat kondisi sekelilingnya bukanlah lagi hutan lagi melainkan sebuah kamar yang tertata rapi dengan dinding terbuat dari kayu-kayu pinus yang tersusun rapi indah nan alami.
            Kraaaaaak…. Pintu kamar terbuka perlahan dengan bunyi khasnya semakin mengagetkan Maria, reflek dia mengambil selimut menutupi tubuhnya sebagai perlindungan dari seseorang atau apapun yang mungkin bisa menyerang dirinya. Lalu dari siluet muncul sosok bayangan seorang laki-laki tinggi berbadan tegap menuju ke arahnya membawa sesuatu yang mengeluarkan asap. Maria semakin ketakutan. “Mba, dimakan dulu buburnya” kata suara itu dari siluetnya meletakkan sesuatu yang ternyata mangkok dengan bubur hangat di atas meja yang tak jauh dari tempat tidurnya.
            Sosok laki-laki itu pun menghilang seiring sejuta pertanyaan terpasang dalam wajah Maria. Maria hanya terdiam dalam teka-teki apa yang sudah terjadi pada dirinya. Penuh risau dia akhirnya memakan yang kata laki-laki itu adalah bubur. Sendok pertama dia mencicipi dengan ujung lidahnya, sangat hati-hati dia mencobanya. Wajahnya berubah ceria seketika, ternyata sanga nikmat makanan yang dihidangkan oleh laki-laki itu.
            Pagi,siang, dan malam lelaki itu selalu datang membawkan makanan untuk Maria. Tapi Maria tidak pernahtahu bentuk wajahnya. Suara dari pria itu pun hanya samar dia mampu mendengarnya. Rasa ingin tahu akan pria itu pun mulai menggelitik pikirannya. Pada hari ketiga dia pun sudah bersiap dengan pertanyaan kepada laki-laki tersebut. Tepat setelah laki-laki itu mempersilahkan Maria untuk makan, “Maaf, saya dimana ya? APa yang terjadi dengan saya? Dan tuan ini siapa?” tanya Maria pada sosok itu.
            “Hmm… Saya hanyalah lelaki penjaga hutan ini, tenang kamu aman di rumah ini, selama kamu disini saya tidak pernah menyentuh sedikit pun diri kamu” Jawab sosok itu dari balik siluet bayangan. Sesaat setelah menjawab pertanyaan sosok itu terlihat berbalik untuk keluar. “Tunggu, bolehkah saya melihat sosok anda, agar saya benar merasa aman” sergah Maria sebelum sosok itu benar keluar. “Alangkah baiknya kamu melihat saya di saat kamu cukup sehat untuk pergi kembali ke desa asal kamu.” Jawab sosok itu. Sebelum Maria menyanggah lagi, sosok itu sudah keluar dari kamar itu.
            Hati Maria masih terselimuti siapa sosok tersebut. Rasa penasaran tak dapat ia sembunyikan. Baginya kembali ke desa asal dirinya sudah tidak mungkin, Kembali Maria mencoba mengingat bagaimana beberapa hari sebelumnya di desa Svenska, Maria menjalani kehidupan begitu tenang. Bersama kedua orang tuanya mereka menjalani kehidupan berburu babi hutan atau pun burung-burung yang mungkin bisa menjadi santapan makan mereka. Kemudian ketika sore mnejelang mereka bersama bersenandung riang.
            Tapi, di saat malam pekat, sesudah turun hujan, dalam suasana dingin, suasana desa berubah mencekam. Tiba-tiba hawa dingin yang menyelimuti berubah menjadi panas. Terlihat api dimana-mana. Maria dan ibunya ketakutan dengan apa yang sedang terjadi. Ayah Maria melihat keluar dari balik jendela. Teriakan para warga dimana-mana. Suara tangis bayi, teriakan wanita, dentuman besi dari pedang beradu dengan para laki-laki desa yang hanya bersenjatakan alat-alat seadanya. Mengerti keadaan mendesak, Ayah Maria memerintahkan kepada Maria dan ibunya untuk segera pergi dari desa untuk berlari ke dalam hutan.
            Awalnya Maria menolak perintah ayahnya tersebut. Dia tak ingin kebahagiaan mereka terenggut begitu saja oleh keadaan. Sang ibu yang mengerti kondisi seperti itu, dengan nalurinya sang ibu menarik Maria untuk lari ke dalam hutan lewat pintu belakang rumah mereka. Tepat setelah mereka berdua keluar, terdengar pintu rumah mereka didobrak oleh seseorang. Tanpa menoleh ke belakang mereka berdua segera berlari ke hutan. Sial, seseorang dari kawanan yang menyerang desa mereka melihat Maria dan ibunya berlari ke dalam hutan dan mengejar mereka. Sang ibu pun memerintahkan Maria tetap berlari dan melarang Maria menoleh ke belakang. Di saat itu lah sang ibu segera menghentikan langkahnya tanpa diketahui Maria untuk menghalangi orang yang mengejar mereka.
            Maria tidak mengetahui hal itu hanya berlari secepat yang ia bisa. Tidak sadar dia berlari sampai akhirnya yang dia ingat sudah pingsan dan tersadar sudah berada dalam sebuah kamar. Dia sadar, ternyata ibunya mengorbankan diri untuk melindungi dirinya. Maria tak kuasa menahan air matanya. Dia merasa sendiri saat ini. Tak tahu tujuan, tak tahu harus bagaimana, tak tahu kapan, tak tahu apa yang akan dia lakukan berikutnya.

Bersambung…
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 comments:

Post a Comment