Hari
berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, hampir 4 tahun
Ahmad dan Angelina menjalani sebuah hubungan yang tidak pasti. Diantara
keduanya seperti tidak ada yang berani berkata tentang isi hati mereka. Dulu,
Ahmad pernah mengatakan isi hatinya pada Angelina, sayangnya tetap saja tidak
ada kejelasan diantara hubungan mereka. Karena Angelina sendiri tidak menerima
dan juga tidak menolak, dan karena Ahmad tidak memperjelas hubungan mereka.
Hingga
akhirnya Ahmad datang ke rumah Angelina. Bertemu dengan kedua orang tuanya.
Mengutarakan maksud dirinya ingin menikahi Angelina. Orang tua Angelina tanpa
berpikir panjang mengiyakan maksud dari Ahmad terebut. Ahmad dan Angelina pun
tersenyum sebentar lagi mereka akan menikah. Ya tidak lama lagi sebuah ikatan
pasti untuk selamanya akan mereka ikrarkan. Tak jauh dari rumah Angeline
sepasang bola mata mengamati dari kejauhan. Setiap gerak gerik Ahmad dia ikuti.
Ahmad
dan Angeline tidak menyadari mereka sudah diawasi sejak mereka mulai dekat.
Sosok ini setiap saat mengamati apa yang Ahmad dan Angeline lakukan. Karena
sosok ini begitu mengagumi Ahmad. Setiap saat dia ikuti kemanapun Ahmad pergi.
Baik itu ke kampus, ke warung makan,belanja buku, praktek, bahkan ketika kerja
praktek pun sosok ini dengan gigihnya mengikuti Ahmad. Dia ingin sekali
mengatakn perasaanya kepada Ahmad. Sayangnya begitu mengetahui Ahmad mulai
dekat dengan Angeline dia urungkan niat itu sampai dia yakin Ahmad dan Angeline
tidak akan bersatu.
Sepertinya
dewa cupid memang tidak berpihak pada dirinya. Lama kelamaan Ahmad dan Angeline
justru semakin dekat. Padahal status mereka hanya teman, tapi kedekatan mereka
seperti sepasang kekasih. Sosok ini pun sangat jengkel sekali setiap melihat
Angeline bersikap manja pada Ahmad. Padahal bukan pacarnya tapi sok manja,
gerutunya setiap saat melihat sikap Angeline. Walaupun dia begitu menginginkan
kehadiran Ahmad di sisinya, dia sama sekali tidak ingin menggunakan cara licik
apapun untuk merebut Ahmad dari Angeline. Dia hanya mengandalkan doa kepada
tuhan supaya mengabulkan keinginannya untuk bisa bersama Ahmad.
Sosok
ini begitu mengagumi Ahmad semenjak bertemu pertama kali ketika masa SMA
mereka. Terus mengaguminya tanpa lelah, bahkan terkadang dia mengambil potret
Ahmad tentu tanpa sepengetahuan Ahmad. Dia pun berangan ingin kuliah bersama
Ahmad. Tapi ternyata Ahmad diterima kedokteran sedangkan dia hanya di sastra
Prancis. Perbedaan tempat kuliah ini membuat dia patah arang. Beruntung
ternyata dia bertemu Aisyah. Semenjak itu mereka terus bersama dan menjadi
sahabat.
Sosok
ini begitu senang bersahabat dengan Aisyah. Sahabatnya itu begitu baik mau
selalu mendengarkan ocehannya setiap saat. Tidak pernah lelah mengingatkan
dirinya untuk terus beribadah dan berdoa agar keinginannya terkabul. Apalagi
ketika Aisyah menasehatinya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Termasuk
walaupun seorang laki-laki atau perempuan yang sudah hampir menikah itu batal
mengadakan pernikahan, entah karena apapun itu bisa saja terjadi. Kata-kata itu
benar-benar menyemangati sosok ini. Ya sosok inilah yang benar-benar menunggu
Ahmad bertahun-tahun. Mengagumi sebagai penggemar rahasia.
Sosok
ini pun percaya segalanya bisa terjadi apapun itu. Dan benar saja, tidak lama
dari pertemuan keluarga untuk membahas tanggal pernikahan, Angeline mengalami
kecelakaan. Entah harus kah dirinya ini senang atau tidak. Perasaanya kacau
balau. Seharusnya hatinya bergembira Ahmad akhirnya tidak jadi melaksanakan
pernikahan karena sang calan pengantin perempuannya mengalami kecelakaan parah.
Di saat itu dia lihat wajahnya Ahmad begitu sedih, terpuruk, seperti tak ada
jiwa. Hal itu yang membuat dirinya justru ikut merasa sedih sama seperti Ahmad.
Apalagi
beberapa hari kemudian dia mendengar kabar Angeline meninggal. Langsung saja
dia mendatangi rumah Ahmad untuk mengatakan belangsukawanya atas kematian
Angeline. Namun yang terjadi justru dia tidak berani untuk menemui Ahmad. Dia
takut Ahmad sudah lupa dengan dirinya. Dia pun mengawasi saja dari jauh. “Hayooo
ngapain ngintip-ngintip disini!” Saat asyik mengawasi dia dikejutkan oleh
Aisyah. “Ah lo Aisyah bikin jantung gw mau copot aja.” Gerutu dia tidak
ditanggapi Aisyah yang berlalu begitu saja tak lupa dia pun memeri sedikit
nasehat untuknya, ”Udah ah, ga baik ngintp sana datengin tuh orangnya, gw pergi
dulu ya.”
Dalam
hatinya dia ingin sekali menemui Ahmad. Tapi, badannya tidak mau bergerak
seakan tidak setuju dengan keputusan hatinya. Jalan terakhir dia ambil dengan
mengirim sms kepada Ahmad. Nomor yang susah payah dia dapatkan dengan berbagai
rencana yang selalu gagal. Beruntung ketika itu Aisyah sedang sakit dan dia
suruh saja datang ke Ahmad, dia pun menyuruh Aisyah meminta nomornya. SENT!
Akhirnya tulisan itu keluar dari layar hpnya. Berharap dia menunggu balasan
dari Ahmad. Tidak lama dia menunggu, hpnya berbunyi tanda sms masuk. Dilihat
namanya ternyata Aisyah. Dia pun menarik nafas panjang. Aisyah ternyata meminta
tolong kepadanya untuk membelikan makanan ketika pulang nanti.
Malam
tiba, suasana sekitar rumah Ahmad pun sudah sepi. Tapi dia masih tetap saja
mengawasi dari dalam mobilnya. Tak kunjung keluar dari dalam mobil. Dia masih
berharap Ahmad akan membalas pesan yang dia kirim.
“Ahmad, apa kabar? Gw ini temen lo waktu SMA
dulu, gw denger calon istri lo meninggal ya? Gw turut berduka cita ya. Oiya gw
berharap bisa ketemu sama lo, tapi gw ga berani kalo gw duluan, tapi cukup lo
keluar rumah aja sebentar sebagai tanda buat gw bisa ketemu sama lo.”
Dia
baca berulang kali isi pesan yang dia kirimkan. Apa ada kata-kata yang salah
sampai dia tidak membalasnya. Apa dia terlalu terpuruk sampai tidak ingin
membacanya. Apa dia sudah lupa dengan dirinya. Begitu banyak pertanyaan yang
muncul, tanpa sadari dalam mobil dia menangis. Air matanya keluar terus menerus
sampai tiba-tiba dia merasa sangat mengantuk dan matanya berkunang kunang,
nafasnya juga tiba-tiba terasa sesak. Dia pun berpikir mungkin dirinya akan
mati, mungkin itu jalan terbaik bagi dirinya. Dia pun memejamkan matanya.
DUG!DUG!DUG! bunyi mobilnya yang dgetok dengan keras oleh seseorang
membangunkan dirinya yang belum lama memejamkan matanya. Dilihat keluar
mobilnya seseorang berteriak. Karena sangat gelap dia tidak tahu siapa yang
mengetuk mobilnya. Dia pun membuka jendelanya dan terkejut ternyata yang
mengetuk pintunya, adalah….
Bersambung..

0 comments:
Post a Comment