Saturday, June 20, 2015


                Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, hampir 4 tahun Ahmad dan Angelina menjalani sebuah hubungan yang tidak pasti. Diantara keduanya seperti tidak ada yang berani berkata tentang isi hati mereka. Dulu, Ahmad pernah mengatakan isi hatinya pada Angelina, sayangnya tetap saja tidak ada kejelasan diantara hubungan mereka. Karena Angelina sendiri tidak menerima dan juga tidak menolak, dan karena Ahmad tidak memperjelas hubungan mereka.
                Hingga akhirnya Ahmad datang ke rumah Angelina. Bertemu dengan kedua orang tuanya. Mengutarakan maksud dirinya ingin menikahi Angelina. Orang tua Angelina tanpa berpikir panjang mengiyakan maksud dari Ahmad terebut. Ahmad dan Angelina pun tersenyum sebentar lagi mereka akan menikah. Ya tidak lama lagi sebuah ikatan pasti untuk selamanya akan mereka ikrarkan. Tak jauh dari rumah Angeline sepasang bola mata mengamati dari kejauhan. Setiap gerak gerik Ahmad dia ikuti.
                Ahmad dan Angeline tidak menyadari mereka sudah diawasi sejak mereka mulai dekat. Sosok ini setiap saat mengamati apa yang Ahmad dan Angeline lakukan. Karena sosok ini begitu mengagumi Ahmad. Setiap saat dia ikuti kemanapun Ahmad pergi. Baik itu ke kampus, ke warung makan,belanja buku, praktek, bahkan ketika kerja praktek pun sosok ini dengan gigihnya mengikuti Ahmad. Dia ingin sekali mengatakn perasaanya kepada Ahmad. Sayangnya begitu mengetahui Ahmad mulai dekat dengan Angeline dia urungkan niat itu sampai dia yakin Ahmad dan Angeline tidak akan bersatu.
                Sepertinya dewa cupid memang tidak berpihak pada dirinya. Lama kelamaan Ahmad dan Angeline justru semakin dekat. Padahal status mereka hanya teman, tapi kedekatan mereka seperti sepasang kekasih. Sosok ini pun sangat jengkel sekali setiap melihat Angeline bersikap manja pada Ahmad. Padahal bukan pacarnya tapi sok manja, gerutunya setiap saat melihat sikap Angeline. Walaupun dia begitu menginginkan kehadiran Ahmad di sisinya, dia sama sekali tidak ingin menggunakan cara licik apapun untuk merebut Ahmad dari Angeline. Dia hanya mengandalkan doa kepada tuhan supaya mengabulkan keinginannya untuk bisa bersama Ahmad.
                Sosok ini begitu mengagumi Ahmad semenjak bertemu pertama kali ketika masa SMA mereka. Terus mengaguminya tanpa lelah, bahkan terkadang dia mengambil potret Ahmad tentu tanpa sepengetahuan Ahmad. Dia pun berangan ingin kuliah bersama Ahmad. Tapi ternyata Ahmad diterima kedokteran sedangkan dia hanya di sastra Prancis. Perbedaan tempat kuliah ini membuat dia patah arang. Beruntung ternyata dia bertemu Aisyah. Semenjak itu mereka terus bersama dan menjadi sahabat.
                Sosok ini begitu senang bersahabat dengan Aisyah. Sahabatnya itu begitu baik mau selalu mendengarkan ocehannya setiap saat. Tidak pernah lelah mengingatkan dirinya untuk terus beribadah dan berdoa agar keinginannya terkabul. Apalagi ketika Aisyah menasehatinya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Termasuk walaupun seorang laki-laki atau perempuan yang sudah hampir menikah itu batal mengadakan pernikahan, entah karena apapun itu bisa saja terjadi. Kata-kata itu benar-benar menyemangati sosok ini. Ya sosok inilah yang benar-benar menunggu Ahmad bertahun-tahun. Mengagumi sebagai penggemar rahasia.
                Sosok ini pun percaya segalanya bisa terjadi apapun itu. Dan benar saja, tidak lama dari pertemuan keluarga untuk membahas tanggal pernikahan, Angeline mengalami kecelakaan. Entah harus kah dirinya ini senang atau tidak. Perasaanya kacau balau. Seharusnya hatinya bergembira Ahmad akhirnya tidak jadi melaksanakan pernikahan karena sang calan pengantin perempuannya mengalami kecelakaan parah. Di saat itu dia lihat wajahnya Ahmad begitu sedih, terpuruk, seperti tak ada jiwa. Hal itu yang membuat dirinya justru ikut merasa sedih sama seperti Ahmad.
                Apalagi beberapa hari kemudian dia mendengar kabar Angeline meninggal. Langsung saja dia mendatangi rumah Ahmad untuk mengatakan belangsukawanya atas kematian Angeline. Namun yang terjadi justru dia tidak berani untuk menemui Ahmad. Dia takut Ahmad sudah lupa dengan dirinya. Dia pun mengawasi saja dari jauh. “Hayooo ngapain ngintip-ngintip disini!” Saat asyik mengawasi dia dikejutkan oleh Aisyah. “Ah lo Aisyah bikin jantung gw mau copot aja.” Gerutu dia tidak ditanggapi Aisyah yang berlalu begitu saja tak lupa dia pun memeri sedikit nasehat untuknya, ”Udah ah, ga baik ngintp sana datengin tuh orangnya, gw pergi dulu ya.”
                Dalam hatinya dia ingin sekali menemui Ahmad. Tapi, badannya tidak mau bergerak seakan tidak setuju dengan keputusan hatinya. Jalan terakhir dia ambil dengan mengirim sms kepada Ahmad. Nomor yang susah payah dia dapatkan dengan berbagai rencana yang selalu gagal. Beruntung ketika itu Aisyah sedang sakit dan dia suruh saja datang ke Ahmad, dia pun menyuruh Aisyah meminta nomornya. SENT! Akhirnya tulisan itu keluar dari layar hpnya. Berharap dia menunggu balasan dari Ahmad. Tidak lama dia menunggu, hpnya berbunyi tanda sms masuk. Dilihat namanya ternyata Aisyah. Dia pun menarik nafas panjang. Aisyah ternyata meminta tolong kepadanya untuk membelikan makanan ketika pulang nanti.
                Malam tiba, suasana sekitar rumah Ahmad pun sudah sepi. Tapi dia masih tetap saja mengawasi dari dalam mobilnya. Tak kunjung keluar dari dalam mobil. Dia masih berharap Ahmad akan membalas pesan yang dia kirim.
“Ahmad, apa kabar? Gw ini temen lo waktu SMA dulu, gw denger calon istri lo meninggal ya? Gw turut berduka cita ya. Oiya gw berharap bisa ketemu sama lo, tapi gw ga berani kalo gw duluan, tapi cukup lo keluar rumah aja sebentar sebagai tanda buat gw bisa ketemu sama lo.”
                Dia baca berulang kali isi pesan yang dia kirimkan. Apa ada kata-kata yang salah sampai dia tidak membalasnya. Apa dia terlalu terpuruk sampai tidak ingin membacanya. Apa dia sudah lupa dengan dirinya. Begitu banyak pertanyaan yang muncul, tanpa sadari dalam mobil dia menangis. Air matanya keluar terus menerus sampai tiba-tiba dia merasa sangat mengantuk dan matanya berkunang kunang, nafasnya juga tiba-tiba terasa sesak. Dia pun berpikir mungkin dirinya akan mati, mungkin itu jalan terbaik bagi dirinya. Dia pun memejamkan matanya. DUG!DUG!DUG! bunyi mobilnya yang dgetok dengan keras oleh seseorang membangunkan dirinya yang belum lama memejamkan matanya. Dilihat keluar mobilnya seseorang berteriak. Karena sangat gelap dia tidak tahu siapa yang mengetuk mobilnya. Dia pun membuka jendelanya dan terkejut ternyata yang mengetuk pintunya, adalah….


Bersambung..
               


0 comments:

Post a Comment