“Halo
Ahmad, kamu kenapa nangis?” tanya sosok itu kepada Ahmad dengan senyum dari
wajah pucat sang pemiliknya. Ahmad tak mampu berkata apa-apa lagi. Tangisnya
terhenti karena hatinya saat ini benar-benar terkejut dengan apa yang
dilihatnya. Sosok seorang wanita dengan wajah dan bentuk fisik yang dia hafal
sekali kalau si pemilik semua itu adalah PACARNYA! Ahmad benar-benar tidak
percaya dengan apa yang dilihatnya dan tiba-tiba saja dia merasa matanya
mengantuk sekali dan akhirnya jatuh tertidur. “Dok… Maaf dok, kenapa tidur
disini?” suara suster jaga itu membangunkan Ahmad. “Ohh, iya sus maaf, tadi ada
saya ngantuk banget, coba tidur-tiduran sambil nunggu pasien malah ketiduran”
jawab Ahmad sekenanya dengan segera langsung pergi menjauh.
Dalam
benaknya dia yakin tadi itu dia bertemu kekasihnya yang telah lama meninggal. Mengapa
tiba-tiba dia muncul adalah pertanyaan yang terus membayangi Ahmad. Dalam ruang
periksanya dia bersandaran memandangi langit-langit. Dia membayangi betapa
bahagianya dulu dia bersama Angelina, sang kekasih tercintanya. Tidak ada yang
namanya pandangan pertama diantara dirinya dan Angelina. Namun sebuah kejadian
memaksa mereka berdua harus menjalani bersama yang akhirnya menjadi sebuah
hubungan serius.
Awalnya
dia menganggap Angelina adalah seorang cewe sombong yang angkuh. Dia pernah
tersenyum kepadanya tapi sama sekali tidak digubris oleh Angelina. Padahal
senyumnya itu hanya sebagai tanda pertemanan saja. Apalagi dia dan Angelina
adalah teman sekelas di kampus. Dia pun mengambil kesimpulan wajar bagi
Angelina untuk bersikap seperti itu jika melihat hampir teman satu kelasnya
menyukai Angelina dan mendekati Angelina. Akhirnya pun Ahmad tidak mempedulikan
Angelina, buatnya cewe seperti itu terlalu sempurna baginya. Ternyata diam-diam
sikap acuh tak acuh Ahmad pada Angelina, di sisi lain membuat Angelina justru
tertarik.
Senyum
pertama Ahmad untuknya sebenarnya ingin sekali dia balas. Dia masih merasa
Ahmad sama seperti semua teman cowonya yang melihat dia akan langsung
menyukainya dan mendekatinya terus. Sangat lelah untuknya menghindari semua
laki-laki yang mencoba mendekati dirinya. Dia sudah lelah untuk menjalani
sebuah kisah asmara lagi setelah masa kelamnya ketika SMA dulu. Masalah berat
yang menimpanya membuat putus asa berlebihan yang untung baginya dapat
diselesaikan dengan baik. Dirinya pun berjanji untuk serius dalam menjalani
kehidupan mencari ilmu. Maka dipilihlah jurusan kedokteran yang membuatnya
bertemu dengan Ahmad.
Ahmad
dan Angelina pun menjalani masa-masa kampus dengan tanpa ada pertemanan
diantara mereka yang lebih serius. Bagi diri mereka masing-masing menjadi
dokter lebih penting dari apapun. Konsentrasi mereka benar-benar terfokus pada
dunia kampus. Hingga akhirnya diantara teman sekelasnya mereka berdua ditunjuk
sebagai duta mewakili kampus untuk meneliti sebuah pedesaan yang jauh dari
kota. Ada 10 orang dari kampus mereka yang ditunjuk. Tentu mau tidak mau Ahmad
dan Angelina mulai saling membuka komunikasi diantara mereka.
Awal
komunikasi masih terkesan kaku. Ahmad masih bersikap sedikit acuh tak acuh
kepada Angelina. Sedangkan Angelina terus berusaha mencoba membuka komunikasi
kepada Ahmad. Ya bagaimana pun dia hanya mampu percaya pada Ahmad. Angelina
adalah satu-satunya anggota perempuan sebagai duta tersebut. Dia takut jika
yang lain mengganggunya. Makanya dia pun mencoba membuka komunikasi dengan
Ahmad dengan berbagai cara. Akhirnya Ahmad mulai menghilangkap sikap acuhnya.
Yang terjadi selanjutnya justru mereka malah semakin dekat, bahkan
teman-temanya menganggap mereka pacaran yang membuat satu teman kelasnya iri
dengan Ahmad.
Bersambung…

0 comments:
Post a Comment