Monday, June 15, 2015

                “Halo Ahmad, kamu kenapa nangis?” tanya sosok itu kepada Ahmad dengan senyum dari wajah pucat sang pemiliknya. Ahmad tak mampu berkata apa-apa lagi. Tangisnya terhenti karena hatinya saat ini benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sosok seorang wanita dengan wajah dan bentuk fisik yang dia hafal sekali kalau si pemilik semua itu adalah PACARNYA! Ahmad benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan tiba-tiba saja dia merasa matanya mengantuk sekali dan akhirnya jatuh tertidur. “Dok… Maaf dok, kenapa tidur disini?” suara suster jaga itu membangunkan Ahmad. “Ohh, iya sus maaf, tadi ada saya ngantuk banget, coba tidur-tiduran sambil nunggu pasien malah ketiduran” jawab Ahmad sekenanya dengan segera langsung pergi menjauh.
                Dalam benaknya dia yakin tadi itu dia bertemu kekasihnya yang telah lama meninggal. Mengapa tiba-tiba dia muncul adalah pertanyaan yang terus membayangi Ahmad. Dalam ruang periksanya dia bersandaran memandangi langit-langit. Dia membayangi betapa bahagianya dulu dia bersama Angelina, sang kekasih tercintanya. Tidak ada yang namanya pandangan pertama diantara dirinya dan Angelina. Namun sebuah kejadian memaksa mereka berdua harus menjalani bersama yang akhirnya menjadi sebuah hubungan serius.
                Awalnya dia menganggap Angelina adalah seorang cewe sombong yang angkuh. Dia pernah tersenyum kepadanya tapi sama sekali tidak digubris oleh Angelina. Padahal senyumnya itu hanya sebagai tanda pertemanan saja. Apalagi dia dan Angelina adalah teman sekelas di kampus. Dia pun mengambil kesimpulan wajar bagi Angelina untuk bersikap seperti itu jika melihat hampir teman satu kelasnya menyukai Angelina dan mendekati Angelina. Akhirnya pun Ahmad tidak mempedulikan Angelina, buatnya cewe seperti itu terlalu sempurna baginya. Ternyata diam-diam sikap acuh tak acuh Ahmad pada Angelina, di sisi lain membuat Angelina justru tertarik.
                Senyum pertama Ahmad untuknya sebenarnya ingin sekali dia balas. Dia masih merasa Ahmad sama seperti semua teman cowonya yang melihat dia akan langsung menyukainya dan mendekatinya terus. Sangat lelah untuknya menghindari semua laki-laki yang mencoba mendekati dirinya. Dia sudah lelah untuk menjalani sebuah kisah asmara lagi setelah masa kelamnya ketika SMA dulu. Masalah berat yang menimpanya membuat putus asa berlebihan yang untung baginya dapat diselesaikan dengan baik. Dirinya pun berjanji untuk serius dalam menjalani kehidupan mencari ilmu. Maka dipilihlah jurusan kedokteran yang membuatnya bertemu dengan Ahmad.
                Ahmad dan Angelina pun menjalani masa-masa kampus dengan tanpa ada pertemanan diantara mereka yang lebih serius. Bagi diri mereka masing-masing menjadi dokter lebih penting dari apapun. Konsentrasi mereka benar-benar terfokus pada dunia kampus. Hingga akhirnya diantara teman sekelasnya mereka berdua ditunjuk sebagai duta mewakili kampus untuk meneliti sebuah pedesaan yang jauh dari kota. Ada 10 orang dari kampus mereka yang ditunjuk. Tentu mau tidak mau Ahmad dan Angelina mulai saling membuka komunikasi diantara mereka.
                Awal komunikasi masih terkesan kaku. Ahmad masih bersikap sedikit acuh tak acuh kepada Angelina. Sedangkan Angelina terus berusaha mencoba membuka komunikasi kepada Ahmad. Ya bagaimana pun dia hanya mampu percaya pada Ahmad. Angelina adalah satu-satunya anggota perempuan sebagai duta tersebut. Dia takut jika yang lain mengganggunya. Makanya dia pun mencoba membuka komunikasi dengan Ahmad dengan berbagai cara. Akhirnya Ahmad mulai menghilangkap sikap acuhnya. Yang terjadi selanjutnya justru mereka malah semakin dekat, bahkan teman-temanya menganggap mereka pacaran yang membuat satu teman kelasnya iri dengan Ahmad.



Bersambung…

0 comments:

Post a Comment